Pontianak, 11 Januari 2026 – Langit mendung tebal masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Barat pada hari Minggu ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan “lampu kuning” bagi warga Bumi Khatulistiwa.
Di tengah kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut di beberapa kabupaten, BMKG merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem Kalbar yang diprediksi masih akan mendominasi hingga besok, 12 Januari 2026.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini dikhawatirkan akan memperparah debit air sungai yang sudah meluap, terutama di wilayah hulu Sungai Kapuas. Bagi Anda yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, informasi berikut sangat krusial untuk disimak.
Prediksi BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem Kalbar Hingga 12 Januari
Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak mencatat adanya sirkulasi siklonik dan belokan angin yang memicu pertumbuhan awan hujan masif (Cumulonimbus) di atas wilayah Kalimantan Barat.
Dalam rilis terbarunya, potensi cuaca ekstrem Kalbar ini tidak hanya berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, tetapi juga disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini berpotensi terjadi merata, mulai dari wilayah pesisir hingga daerah perhuluan.
BMKG menghimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak lanjutan seperti pohon tumbang, jalan licin, dan tentu saja, naiknya muka air banjir. Periode kritis ini diprediksi berlangsung setidaknya hingga Senin, 12 Januari 2026, sebelum intensitas hujan diharapkan mulai menurun perlahan.
Update Banjir: Sekadau, Melawi, dan Bengkayang Terdampak Parah
Dampak dari cuaca ekstrem Kalbar yang terjadi selama sepekan terakhir telah memicu bencana banjir di sejumlah titik vital. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat per hari ini, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan.
1. Kabupaten Sekadau: 11.000 Warga Terdampak
Kabupaten Sekadau menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Luapan Sungai Sekadau dan Sungai Kapuas telah merendam ribuan rumah penduduk. Laporan terkini menyebutkan lebih dari 11.000 jiwa terdampak banjir ini.
Akses jalan poros di beberapa kecamatan sempat terputus, memaksa warga menggunakan sampan untuk mobilitas. Posko pengungsian dan dapur umum telah didirikan, namun kebutuhan logistik seperti makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan masih sangat mendesak.
2. Kabupaten Melawi dan Bengkayang
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Melawi. Wilayah Nanga Pinoh dan sekitarnya yang merupakan langganan banjir kini kembali tergenang cukup dalam. Aktivitas pasar dan perkantoran sempat lumpuh total.
Sementara itu, di Kabupaten Bengkayang, banjir bandang yang disertai lumpur juga dilaporkan menerjang beberapa desa. Meskipun air di beberapa titik mulai surut, potensi hujan lebat dari peringatan cuaca ekstrem Kalbar hari ini membuat warga tetap waspada akan adanya banjir susulan kiriman dari dataran tinggi.
Mitigasi Bencana Menghadapi Cuaca Ekstrem Kalbar
Menghadapi situasi yang tidak menentu ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah menetapkan status tanggap darurat di beberapa kabupaten. Namun, kesiapsiagaan mandiri dari masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Berikut adalah langkah mitigasi yang disarankan di tengah ancaman cuaca ekstrem Kalbar:
- Amankan Dokumen Penting: Simpan ijazah, surat tanah, dan dokumen berharga lainnya dalam tas plastik kedap air dan letakkan di tempat yang tinggi.
- Pantau Instalasi Listrik: Segera matikan aliran listrik dari MCB jika air mulai masuk ke dalam rumah untuk menghindari risiko tersengat listrik.
- Siapkan Tas Siaga Bencana: Berisi pakaian ganti, senter, obat-obatan pribadi, dan makanan kering, yang mudah dibawa jika evakuasi mendadak diperlukan.
- Hindari Bantaran Sungai: Bagi warga yang tinggal tepat di pinggir sungai, disarankan untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman, terutama saat hujan lebat turun di malam hari.
Peringatan dini BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem Kalbar hingga 12 Januari 2026 harus disikapi dengan serius. Banjir yang melanda Sekadau, Melawi, dan Bengkayang adalah bukti nyata bahwa alam sedang tidak bersahabat.
Solidaritas warga Kalimantan Barat kini diuji. Selain berdoa agar hujan segera reda, mari kita bahu-membahu menyalurkan bantuan bagi saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Tetap pantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi dan utamakan keselamatan jiwa.
