KAPUAS HULU – Kabar duka menyelimuti warga Kecamatan Silat Hulu setelah upaya pencarian intensif membuahkan hasil yang memilukan. Tim SAR gabungan secara resmi mengonfirmasi bahwa korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Sabtu (7/3/2026). Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran keluarga dan warga yang telah melakukan penyisiran sejak hari pertama kejadian.
Korban yang diketahui bernama M. Muhtar (79) dilaporkan hilang setelah terseret arus di aliran Sungai Ensilat, Dusun Cahaya Kita/Sungai Ramah, Desa Dangkan Kota. Penemuan jasad korban menjadi puncak dari kerja keras sinergi antara aparat keamanan, tim penyelamat, dan masyarakat setempat yang tak kenal lelah melakukan penyisiran di sepanjang sungai.
Kronologi Lengkap Korban Tenggelam di Sungai Ensilat Ditemukan
Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (6/3/2026), ketika korban dilaporkan hilang di aliran sungai. Aliran Sungai Ensilat yang cukup dinamis menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, berkat koordinasi yang matang, korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan oleh warga sekitar yang turut membantu pencarian pada pukul 11.40 WIB.
Jasad almarhum ditemukan mengapung dengan jarak kurang lebih 1 kilometer dari lokasi awal kejadian (LKP). Penemuan ini segera dilaporkan kepada tim Basarnas dan kepolisian yang berada di posko pencarian untuk segera dilakukan evakuasi. Kondisi arus sungai saat penemuan terpantau cukup tenang, yang memudahkan proses pengangkatan jenazah ke daratan.
Identitas Korban Tenggelam di Sungai Ensilat Ditemukan
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak berwenang, korban adalah M. Muhtar, seorang pria lansia kelahiran Sungai Ramah, 15 Juni 1946. Almarhum merupakan sosok yang dikenal baik oleh masyarakat di Dusun Sungai Ramah RT 06 RW 03, Desa Dangkan Kota.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama mengingat usia korban yang sudah lanjut. Namun, keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat hingga korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan sehingga almarhum dapat dimakamkan dengan layak.
Sinergi Tim Gabungan dalam Proses Pencarian
Keberhasilan operasi SAR ini tidak terlepas dari kerja keras tim lintas instansi. Sejak hari pertama, personel dari berbagai satuan telah dikerahkan untuk menyisir setiap sudut sungai. Kerja sama ini menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas di wilayah Kapuas Hulu dalam menghadapi situasi bencana dan kedaruratan.
Daftar personel yang terlibat aktif dalam operasi hingga korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan meliputi:
- Tim Basarnas Sintang: Dipimpin oleh M. Rasidi, beranggotakan Eko Sura, Hendri, Heritus Sutarji, dan Bripda Karinsius.
- Polsek Silat Hulu: Aiptu Tugur Pranoto, Aipda K.S. Pangaribuan, Bripka M. Derry W.S, Brigadir Guntur Pratama Awali, serta Briptu Imanuel W. Tarihoran, S.H.
- Koramil 1206-17/Silat Hulu: Kopda Yulianto yang mewakili unsur TNI dalam membantu penyisiran darat dan air.
Keterlibatan warga lokal juga sangat krusial. Pengetahuan masyarakat setempat mengenai karakteristik arus Sungai Ensilat sangat membantu tim ahli dalam menentukan titik-titik potensial di mana korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan.
Langkah Pasca Penemuan dan Pemakaman
Segera setelah korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan, pihak Polsek Silat Hulu langsung melakukan koordinasi intensif dengan pihak keluarga. Langkah ini diambil untuk memastikan proses identifikasi formal dan penyerahan jenazah berjalan lancar tanpa kendala administratif yang berarti demi menjaga aspek sosial masyarakat.
Berdasarkan kesepakatan keluarga, jenazah almarhum M. Muhtar tidak dibawa ke rumah sakit untuk otopsi lebih lanjut karena keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah langsung dibawa ke tempat peristirahatan terakhir dan dimakamkan di pemakaman umum Dusun Cahaya Kita/Sungai Ramah, Desa Dangkan Kota, Kecamatan Silat Hulu.
Situasi di lokasi kejadian hingga proses pemakaman dilaporkan berlangsung aman dan kondusif. Kehadiran personel keamanan di lokasi memberikan rasa tenang bagi pelayat dan warga yang hadir memberikan penghormatan terakhir.
Pentingnya Keselamatan di Perairan Sungai
Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh warga, terutama yang tinggal di sepanjang aliran sungai di Kapuas Hulu, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Arus sungai yang terlihat tenang di permukaan seringkali memiliki pusaran bawah yang membahayakan, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Menurut data dari Basarnas Indonesia, kecelakaan di perairan darat seperti sungai menduduki persentase yang cukup tinggi dalam kasus kedaruratan di Kalimantan Barat. Oleh karena itu, edukasi mengenai keselamatan air harus terus ditingkatkan oleh pemerintah desa maupun kecamatan.
Pastikan saat melakukan aktivitas di sungai, terutama saat debit air meningkat pasca hujan, warga menggunakan alat pelindung diri atau setidaknya tidak melakukan aktivitas sendirian. Dengan ditemukan-nya almarhum, diharapkan kewaspadaan kolektif masyarakat semakin meningkat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Operasi SAR di Silat Hulu
Operasi pencarian ini secara resmi ditutup setelah korban tenggelam di Sungai Ensilat ditemukan. Keberhasilan penemuan jasad korban dalam waktu kurang dari 48 jam menunjukkan efektivitas koordinasi antara Basarnas Sintang, Polsek Silat Hulu, Koramil, dan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah dan selalu melaporkan dengan cepat jika terjadi keadaan darurat kepada pihak kepolisian terdekat atau kantor SAR. Sinergi yang baik adalah kunci utama dalam keberhasilan setiap operasi penyelamatan di lapangan.
