SINGKAWANG – Kota Seribu Kelenteng, Singkawang, kembali bersiap menyuguhkan atraksi budaya kelas dunia yang kali ini terasa lebih istimewa. Panitia di Kota Singkawang mulai mematangkan persiapan untuk rangkaian acara besar yang akan digelar secara harmonis, yaitu perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadhan Fair. Agenda ini menjadi sorotan nasional bahkan internasional karena menonjolkan toleransi antarumat beragama di Kalimantan Barat yang sangat kental.
Tahun 2026 menjadi tahun yang unik bagi kalender event Singkawang. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada pertengahan Februari akan beriringan erat dengan masuknya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Pertemuan dua momentum besar ini bukan hanya sekadar kebetulan kalender, melainkan panggung nyata bagi Singkawang untuk membuktikan predikatnya sebagai Kota Tertoleran di Indonesia.
Sinergi Persiapan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang dengan Ramadhan Fair
Panitia pelaksana tahun ini menghadapi tantangan sekaligus peluang emas untuk mengemas acara yang inklusif. Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang, Bun Cin Thong, dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa seluruh rangkaian acara akan didesain untuk saling menghormati. Persiapan infrastruktur, mulai dari pemasangan ribuan lampion khas Imlek hingga dekorasi ketupat dan lampu hias Ramadhan, mulai dipetakan agar menghiasi sudut-sudut kota secara estetis tanpa mendominasi satu sama lain.
Kunci dari persiapan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang tahun ini adalah “Harmoni Visual dan Jadwal”. Panitia memastikan bahwa hiruk-pikuk perayaan Cap Go Meh, yang biasanya identik dengan bunyi petasan dan arak-arakan tatung, akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah umat Muslim yang mungkin mulai melaksanakan shalat Tarawih di malam-malam berhimpitan dengan puncak festival. Sebaliknya, Ramadhan Fair akan menjadi destinasi kuliner (Pasar Juadah) yang bisa dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang untuk menyaksikan Cap Go Meh.
Jadwal dan Lokasi Utama Rangkaian Event
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Singkawang pada awal tahun 2026 ini, berikut adalah bocoran agenda dan lokasi-lokasi strategis yang wajib masuk dalam itinerary perjalanan Anda.
1. Hiasan Kota dan Festival Lampion
- Waktu: Mulai akhir Januari hingga Maret 2026.
- Lokasi: Bundaran Tidayu 1001, Jalan P. Diponegoro, Jalan Sejahtera, dan Kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya.
- Highlight: Ribuan lampion merah akan menghiasi langit jalanan utama. Di saat yang sama, ornamen bulan sabit dan ketupat raksasa akan mulai dipasang di area Taman Burung dan sekitar Masjid Raya Singkawang, menciptakan pemandangan akulturasi yang indah untuk berfoto.
2. Ritual Cuci Jalan dan Pawai Tatung (Cap Go Meh)
- Waktu: Sekitar awal Maret 2026 (Hari ke-13 hingga ke-15 setelah Imlek).
- Lokasi: Rute pawai biasanya dimulai dari Jalan P. Diponegoro, melewati panggung kehormatan di Jalan Sejahtera, hingga finis di area Stadion Kridasana atau pusat kota.
- Highlight: Ini adalah menu utama Imlek dan Cap Go Meh Singkawang. Ratusan Tatung (dukun yang dirasuki roh leluhur) akan memamerkan ilmu kebal mereka. Ritual ini dipercaya untuk membersihkan kota dari roh jahat. Pastikan Anda datang pagi-pagi sekali untuk mendapatkan spot menonton terbaik di sepanjang trotoar.
3. Ramadhan Fair (Pasar Juadah)
- Waktu: Mulai pertengahan Februari (Awal Ramadhan) hingga menjelang Idul Fitri.
- Lokasi: Halaman Mess Daerah (Jalan Merdeka) atau area sekitar Taman Burung.
- Highlight: Surga kuliner halal. Wisatawan dapat berburu takjil khas seperti lemang, sotong pangkong, dan berbagai kue tradisional. Event ini menjadi titik temu di mana warga Tionghoa non-Muslim pun turut berbelanja makanan, menunjukkan interaksi sosial yang hangat.
Keistimewaan Toleransi di Tahun 2026
Apa yang membuat perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang tahun 2026 ini berbeda? Jawabannya adalah The Spirit of Togetherness. Pemerintah Kota Singkawang bersama panitia telah merancang “Gelar Budaya Lintas Etnis” di Stadion Kridasana.
Di panggung ini, Anda tidak hanya akan melihat Barongsai dan Naga, tetapi juga tarian Zapin Melayu dan seni budaya Dayak. Ini adalah representasi Tidayu (Tionghoa, Dayak, Melayu) yang menjadi fondasi masyarakat Kalimantan Barat. Wisatawan akan melihat pemandangan unik: di pagi hari jalanan dipenuhi asap dupa ritual Tatung, dan sore harinya aroma sedap kolak dan masakan berbuka puasa memenuhi udara di lokasi yang berdekatan.
Selain itu, pihak keamanan dari TNI/Polri, yang sering didukung oleh organisasi masyarakat lintas agama seperti Banser dan Pemuda Pancasila, akan bahu-membahu mengamankan kelancaran ibadah di Vihara maupun Masjid. Pemandangan ini adalah edukasi toleransi terbaik yang bisa Anda saksikan secara langsung.
Tips Berkunjung untuk Wisatawan
Agar pengalaman Anda menikmati Imlek dan Cap Go Meh Singkawang serta Ramadhan Fair berjalan lancar, perhatikan tips berikut:
- Booking Akomodasi Jauh Hari: Hotel di Singkawang biasanya full booked 3-4 bulan sebelum Cap Go Meh. Jika kehabisan, pertimbangkan homestay rumah warga yang juga menawarkan pengalaman autentik.
- Pakaian: Gunakan pakaian yang menyerap keringat dan sopan. Ingat, Anda akan berada di tengah kerumunan padat dan juga area yang menghormati bulan suci Ramadhan.
- Transportasi: Jalanan utama akan ditutup saat pawai. Gunakan ojek atau berjalan kaki untuk mobilitas yang lebih mudah antar venue.
Dengan persiapan matang yang dilakukan panitia, Singkawang siap menyambut dunia. Perpaduan harmonis antara merahnya lampion dan hijaunya ketupat di tahun 2026 ini bukan sekadar festival, melainkan pesan damai dari Kalimantan Barat untuk Indonesia dan dunia. Jangan lewatkan kesempatan menjadi saksi sejarah harmoni ini!
