SINGKAWANG – Pawai Obor Singkawang dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H kembali digelar dengan penuh kemeriahan pada Senin malam, 16 Februari 2026. Ribuan pasang mata menjadi saksi betapa indahnya keberagaman di Kota Singkawang saat api obor mulai menyala dan menyusuri jalanan kota. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Mess Daerah Kota Singkawang ini diikuti oleh sekitar 2.500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.
Kemeriahan Pawai Obor Singkawang kali ini terasa sangat spesial karena berlangsung dalam suasana yang khidmat namun tetap semarak. Partisipasi masyarakat yang membludak menunjukkan kerinduan akan tradisi religi yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, acara ini sukses menjadi daya tarik wisata religi di Kalimantan Barat.
Pengamanan Ketat Pawai Obor Singkawang oleh Polres
Demi memastikan kenyamanan seluruh peserta, aspek keamanan menjadi prioritas utama. Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., memimpin langsung pengamanan dengan mengerahkan 173 personel kepolisian. Sinergi antara kepolisian, TNI, dan dinas perhubungan memastikan arus lalu lintas tetap terkendali meskipun ribuan orang memadati pusat kota.
Langkah preventif ini diambil untuk menjaga agar seluruh rangkaian Pawai Obor Singkawang berjalan tertib tanpa kendala berarti. Kehadiran petugas di setiap titik strategis memberikan rasa aman bagi warga yang ingin menyaksikan parade obor dan kendaraan hias secara langsung. Pengamanan yang humanis namun tegas menjadi kunci suksesnya acara berskala besar ini.
Makna Budaya dalam Gelaran Pawai Obor Singkawang
Secara historis dan budaya, kegiatan ini memiliki kedalaman filosofis bagi masyarakat Melayu dan umat Islam di Singkawang. Ketua MABM Kota Singkawang, Asmadi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pawai Obor Singkawang berpotensi besar untuk diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kemendikbudristek RI.
Cahaya obor yang dibawa peserta melambangkan semangat iman dan penerangan dalam kegelapan. Melalui Pawai Obor Singkawang, pesan damai disampaikan kepada dunia bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Hal ini sejalan dengan visi kota untuk terus melestarikan tradisi lokal yang memiliki nilai edukasi bagi generasi muda agar tetap mencintai kearifan lokal.
Sinergi Masyarakat dalam Rute Pawai Obor Singkawang
Pelaksanaan Pawai Obor Singkawang tahun ini melibatkan 50 kelompok peserta yang sangat variatif. Terdapat 11 tim marching band yang mengiringi langkah peserta, 27 kelompok pejalan kaki pembawa obor bambu tradisional, serta 12 kendaraan roda empat yang dihias dengan ornamen islami dan lampion khas Ramadhan.
Rute perjalanan dimulai dari halaman Mess Daerah di Jalan Merdeka, melewati sejumlah ruas jalan utama, dan berakhir di halaman Masjid Raya Singkawang. Penataan rute ini memungkinkan sektor ekonomi kreatif kecil di sepanjang jalan mendapatkan limpahan rezeki dari banyaknya penonton. Partisipasi aktif dari berbagai ormas sosial juga terlihat menonjol dalam menjaga kebersihan sepanjang jalur pawai.
Simbol Toleransi Melalui Pawai Obor Singkawang
Keunikan yang paling menonjol pada perhelatan malam itu adalah irisan waktu antara penyambutan Ramadhan dengan perayaan Imlek. Pawai Obor Singkawang menampilkan pemandangan yang langka di mana cahaya obor berpadu harmonis dengan lampion-lampion merah yang masih menghiasi sudut kota. Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyatakan bahwa fenomena ini adalah wujud nyata dari “Kota Tertoleran” di Indonesia.
Momen Pawai Obor Singkawang menjadi bukti bahwa masyarakat Singkawang memiliki kedewasaan dalam beragama. Sesuai dengan himbauan dari Kementerian Agama, toleransi antarumat beragama di daerah ini tetap terjaga meski dua perayaan besar terjadi dalam waktu yang berdekatan. Hal ini memperkuat citra Singkawang sebagai destinasi wisata budaya yang ramah bagi siapa saja.
Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Pawai Obor Singkawang
Kehadiran jajaran Forkopimda seperti Wali Kota Tjhai Chui Mie dan Sekda Dwi Yanti menunjukkan dukungan politik dan administratif yang kuat. Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen untuk terus menjadikan Pawai Obor Singkawang sebagai agenda rutin tahunan yang masuk dalam kalender event pariwisata daerah. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain sebagai ajang seremonial, Pawai Obor Singkawang juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan positif terkait pembangunan daerah. Melalui kebersamaan yang tercipta di malam pawai, pemerintah mengajak masyarakat untuk terus bahu-membahu dalam memajukan kota, terutama dalam menjaga kondusivitas wilayah pasca pesta demokrasi dan dalam menghadapi dinamika sosial lainnya.
Harapan Besar untuk Pawai Obor Singkawang di Masa Depan
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun 1447 H ini, banyak pihak berharap kualitas Pawai Obor Singkawang terus ditingkatkan. Inovasi dalam desain kendaraan hias serta keterlibatan lebih banyak pelajar diharapkan dapat membuat acara ini semakin edukatif. Transformasi digital dalam promosi acara juga perlu diperkuat agar pesona cahaya dari Singkawang dapat menjangkau audiens global.
Menutup rangkaian acara di Masjid Raya, doa bersama dipanjatkan agar bulan Ramadhan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat. Pawai Obor Singkawang bukan sekadar parade lampu, melainkan nyala api semangat untuk menjaga persaudaraan, menghapus kebencian, dan memperkokoh persatuan dalam bingkai keberagaman yang indah.
Kesuksesan Pawai Obor Singkawang 2026 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dapat menciptakan harmoni yang luar biasa. Sebagai ikon baru wisata religi di Kalimantan Barat, tradisi ini tidak hanya menjaga nilai spiritual tetapi juga memperkuat posisi Singkawang sebagai kota toleransi yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia.
