Friday, 17 April 2026 | --:-- WIB

Viral! Mantan Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia, Ini Sosok dan Alasan Nekatnya

Mantan Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia

Banda Aceh – Jagat media sosial Indonesia kembali digegerkan dengan kabar mengejutkan dari seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat dalam konflik bersenjata di luar negeri. Kali ini, sosok tersebut bukan warga sipil biasa, melainkan seorang pria Mantan Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia yang diduga kuat merupakan mantan anggota Brimob asal Aceh yang kini bergabung dengan militer Rusia.

Kabar ini mendadak viral setelah sebuah video beredar luas di platform TikTok dan X (Twitter) pada pertengahan Januari 2026. Dalam video tersebut, pria yang diidentifikasi sebagai Muhammad Rio itu terlihat mengenakan seragam militer lengkap dengan atribut taktikal khas tentara Rusia (Russian Armed Forces), lengkap dengan senjata laras panjang, dan berada di wilayah yang disinyalir sebagai zona konflik Donbas.

Fenomena ini memicu perdebatan hangat mengenai status kewarganegaraan, hukum internasional, dan alasan di balik keputusan nekat sang mantan abdi negara tersebut. Berikut adalah fakta-fakta lengkap yang berhasil dihimpun.

Identitas Bripda Muhammad Rio: Mantan Brimob Aceh Gabung Tentara Rusia

Berdasarkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian, pria di dalam video viral tersebut adalah Bripda Muhammad Rio (MR). Sebelum memutuskan untuk membelot menjadi tentara bayaran, ia adalah personel aktif yang berdinas di Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Aceh.

Berikut adalah biodata singkat dan status terakhir Bripda Muhammad Rio:

  • Nama: Muhammad Rio (MR)
  • Pangkat Terakhir: Bripda (Brigadir Polisi Dua)
  • Satuan Asal: Satbrimob Polda Aceh
  • Status Saat Ini: PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) / Pecat
  • Kasus: Desersi (Meninggalkan tugas tanpa izin) dan pelanggaran kode etik berat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, telah membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah mantan anggotanya yang telah menghilang dari kedinasan sejak akhir tahun 2025.

Kronologi Pelarian: Dari Banda Aceh hingga ke Garis Depan Rusia

Perjalanan Bripda Muhammad Rio dari seorang polisi di Aceh hingga menjadi tentara di blok Timur terbilang sangat terencana. Kasus ini bermula ketika Rio tidak masuk dinas tanpa keterangan (desersi) sejak 8 Desember 2025.

Pihak Provos Satbrimob Polda Aceh sempat melakukan pencarian ke rumah orang tua dan kediaman pribadinya, serta melayangkan surat panggilan resmi, namun hasilnya nihil. Berikut kronologi pelariannya berdasarkan data perlintasan imigrasi yang diungkap kepolisian:

  1. Desember 2025: Rio mulai menghilang dan tidak menjalankan tugas kepolisian.
  2. 18 Desember 2025: Terpantau melakukan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta) menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai.
  3. 19 Desember 2025: Melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Haikou Meilan, Tiongkok, sebelum akhirnya menyeberang ke wilayah Rusia.
  4. 7 Januari 2026: Rio secara tiba-tiba mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada rekan-rekannya di Brimob Polda Aceh. Pesan tersebut berisi foto dan video dirinya berseragam militer Rusia, seolah mengonfirmasi keberadaannya.

Alasan Bergabung: Gaji Fantastis dan Lari dari Masalah Etik

Apa yang membuat seorang anggota Polri nekat menyeberang benua untuk bertaruh nyawa di perang orang lain? Berdasarkan penelusuran, terdapat dua motif utama yang mendorong Mantan Brimob Aceh gabung tentara Rusia ini:

1. Masalah Kode Etik dan Perselingkuhan

Sebelum viral sebagai tentara Rusia, Bripda Rio ternyata memiliki catatan hitam di kepolisian. Ia pernah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pada Mei 2025 karena kasus perselingkuhan dan nikah siri.

Akibat pelanggaran ini, ia menerima sanksi demosi (penurunan jabatan) selama dua tahun dan dimutasi ke bagian Yanma (Pelayanan Markas). Tekanan akibat sanksi profesi ini diduga menjadi salah satu pemicu dirinya memilih jalan pintas untuk “kabur” dari Indonesia.

2. Tergiur Gaji Besar (Rubel)

Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan ke mantan rekannya, Rio secara gamblang memamerkan nominal gaji yang ia terima dari militer Rusia. Ia menjelaskan proses pendaftaran hingga besaran gaji dalam mata uang Rubel yang jika dikonversi ke Rupiah memiliki nilai yang sangat fantastis, jauh melebihi gajinya sebagai Bripda di Indonesia.

Fenomena “tentara bayaran” atau contract soldier di Rusia memang kerap menawarkan insentif finansial tinggi dan kewarganegaraan instan bagi warga asing yang bersedia bertempur di garis depan.

Sanksi Tegas: PTDH dan Status Buronan

Menanggapi tindakan indisipliner tingkat berat ini, Polda Aceh tidak tinggal diam. Melalui sidang KKEP yang digelar secara in absentia (tanpa kehadiran tertuduh) pada pertengahan Januari 2026, Polri resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Bripda Muhammad Rio.

“Secara akumulatif, yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran berat berulang. Mulai dari perselingkuhan, desersi, hingga bergabung dengan militer asing. Putusan terakhirnya adalah PTDH,” tegas Kombes Joko Krisdiyanto.

Selain dipecat, nama Muhammad Rio kini masuk dalam pengawasan ketat. Bergabungnya WNI ke dalam militer asing aktif (tentara bayaran) dapat berpotensi menghilangkan kewarganegaraan Indonesia sesuai dengan UU No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, Pasal 23 huruf d, yang menyatakan WNI kehilangan kewarganegaraan jika masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin Presiden.

Kasus Mantan Brimob Aceh gabung tentara Rusia ini menjadi peringatan keras bagi instansi dan masyarakat. Bahwa iming-iming gaji besar di medan perang seringkali menjadi “jebakan” bagi mereka yang sedang menghadapi masalah di tanah air. Pemerintah Indonesia melalui KBRI terus menghimbau agar WNI tidak terlibat dalam aktivitas militer di negara konflik demi keselamatan dan hukum internasional.

Bagaimana pendapat Anda tentang aksi nekat mantan polisi ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

🔔
Artikel Baru Rilis! Klik untuk memuat ulang halaman.