Friday, 10 July 2026 | --:-- WIB

Mencekam! Film Kuyank: Saranjana Universe Siap Guncang Bioskop

Film Kuyank

Dunia sinema horor Indonesia kembali dikejutkan dengan kehadiran karya terbaru dari Dari Hati Films (DHF). Melalui Film Kuyank: Saranjana Universe, sutradara Johansyah Jumberan membawa penonton menyelami lebih dalam mitologi Kalimantan yang penuh misteri. Film ini dijadwalkan akan tayang secara perdana di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 29 Januari 2026 mendatang.

Kehadiran Film Kuyank: Saranjana Universe bukan sekadar film horor biasa, melainkan sebuah prekuel yang sangat dinantikan dari kesuksesan Saranjana: Kota Ghaib yang sebelumnya berhasil meraup lebih dari 1,2 juta penonton. Menjelang penayangannya, para sineas dan pemeran berkumpul di Kalimantan untuk menyapa langsung masyarakat lokal melalui acara “Ngobrol Film” di Universitas Mulawarman, Samarinda, pada Selasa (27/1/2026).

Alasan di Balik Produksi Film Kuyank: Saranjana Universe

Mengapa DHF memilih untuk memproduksi Film Kuyank: Saranjana Universe sebagai sebuah prekuel? Produser sekaligus sutradara, Johansyah Jumberan, mengungkapkan bahwa nama “Saranjana” sudah menjadi identitas dan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan.

“Kenapa diambil dari Saranjana (prekuel), karena Saranjana itu percaya atau tidak ketika orang Kalimantan ke mana saja akan bertanya tahu nggak soal Saranjana, jadi itu salah satu yang bikin bangga,” ujar Johansyah di sela-sela acara di Universitas Mulawarman.

Keputusan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat brand Film Kuyank: Saranjana Universe sebagai sebuah semesta sinematik horor lokal yang memiliki basis penggemar kuat. Anda bisa memantau perkembangan industri film horor Indonesia melalui situs Film Indonesia untuk melihat tren penonton saat ini.

Tantangan Teknologi CGI dalam Film Kuyank: Saranjana Universe

Salah satu daya tarik utama dari Film Kuyank: Saranjana Universe adalah penggunaan teknologi Computer Generated Imagery (CGI) yang masif. Jolene Marie, yang memerankan sosok hantu kuyang, mengungkapkan tantangan luar biasa yang ia hadapi selama proses syuting.

Menurut Jolene, memerankan kuyang membutuhkan imajinasi tingkat tinggi karena visual fisiknya—yang berupa kepala terbang dengan organ dalam—sebanyak 80 persen digarap menggunakan CGI.

“Saya berperan sebagai kuyang itu 80 persen menggunakan CGI, jadi memang dibutuhkan imajinasi yang lebih banyak ya daripada kita main drama yang semua panca indra kita bermain,” jelas Jolene.

Teknologi ini diharapkan memberikan pengalaman visual yang lebih realistis dan menyeramkan bagi penonton Film Kuyank: Saranjana Universe. Hal ini sejalan dengan kemajuan industri kreatif Indonesia yang semakin berani mengeksplorasi efek visual canggih seperti yang sering dibahas di IMDb.

Representasi Budaya Banjar dalam Film Kuyank: Saranjana Universe

Film Kuyank: Saranjana Universe tidak hanya menjual ketakutan, tetapi juga kental dengan unsur budaya. Cerita ini mengangkat urban legend kuyang yang sangat populer di tanah Borneo. Penggunaan adat Banjar sebagai latar belakang cerita menjadi bumbu autentik yang membedakannya dengan film horor kebanyakan.

Sejarawan Kalimantan Timur, Muhammad Sarip, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya tim produksi dalam mengangkat kearifan lokal. Ia menekankan bahwa meskipun produsernya berasal dari Kalimantan Selatan, konten yang disajikan dalam Film Kuyank: Saranjana Universe bersifat universal untuk seluruh wilayah Kalimantan.

Namun, Sarip juga memberikan catatan penting agar penonton tidak terjebak dalam stereotip negatif terhadap masyarakat Kalimantan. Ia berharap film ini dilihat sebagai hiburan semata yang mengangkat sisi magis secara profesional, bukan sebagai gambaran bahwa masyarakat Kalimantan masih primitif atau tidak teredukasi.

Sinopsis Singkat Film Kuyank: Saranjana Universe

Kisah dalam Film Kuyank: Saranjana Universe berfokus pada sepasang kekasih, Badri (diperankan oleh Rio Dewanto) dan Rusmiati (Putri Intan Kasela). Pernikahan mereka yang seharusnya bahagia justru terhalang oleh kepercayaan adat yang kuat. Tekanan dari keluarga Badri yang menuntut kehadiran keturunan dan meminta Badri menikah lagi menjadi pemicu konflik utama.

Dalam keputusasaan untuk mempertahankan cintanya, Rusmiati nekat mempelajari ajian kuyang. Langkah berisiko ini mengubah hidupnya secara drastis dan membawa petaka bagi orang-orang di sekitarnya. Bagaimana nasib pernikahan Badri dan Rusmiati selanjutnya? Jawabannya hanya bisa ditemukan di Film Kuyank: Saranjana Universe.

Daftar Pemeran Utama Film Kuyank: Saranjana Universe

Untuk menambah bobot akting dalam film ini, DHF menggandeng aktor papan atas dan talenta berbakat, di antaranya:

  • Rio Dewanto sebagai Badri
  • Jolene Marie sebagai Sosok Kuyang/Pemeran Pendukung
  • Putri Intan Kasela sebagai Rusmiati
  • Dayu Wijanto sebagai Orang tua Badri
  • Daulat sebagai Orang tua Badri

Kehadiran aktor sekaliber Rio Dewanto dipastikan akan memberikan kedalaman emosional pada karakter Badri, yang terjepit antara cinta dan tradisi dalam Film Kuyank: Saranjana Universe.

Informasi Tambahan: Mengenal Fenomena Saranjana

Bagi Anda yang baru mengikuti semesta ini, Saranjana dikenal sebagai kota gaib yang konon terletak di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Legenda menyebutkan Saranjana adalah kota yang sangat modern namun tidak kasat mata oleh manusia biasa. Kesuksesan film pertamanya membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap mitos lokal sangatlah besar.

Selain itu, menurut data terbaru dari industri perfilman nasional (Update Januari 2026), tren horor berbasis folklore masih mendominasi box office Indonesia. Film Kuyank: Saranjana Universe diprediksi akan mengikuti jejak pendahulunya dengan target penonton mencapai angka 1,5 juta orang, mengingat strategi promosinya yang sangat gencar di wilayah Kalimantan.

Jangan lewatkan keseruannya! Pastikan Anda sudah memesan tiket melalui aplikasi bioskop kesayangan Anda sebelum kehabisan, karena antusiasme terhadap Film Kuyank: Saranjana Universe di hari pertama diprediksi akan sangat tinggi.

Film Kuyank: Saranjana Universe bukan sekadar tontonan horor yang mengejutkan (jumpscare), tetapi sebuah perayaan budaya dan eksplorasi teknis dalam perfilman Indonesia. Dengan perpaduan akting yang solid, teknologi CGI modern, dan latar belakang budaya Banjar yang kuat, film ini layak masuk dalam daftar tontonan wajib Anda di awal tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

🔔
Artikel Baru Rilis! Klik untuk memuat ulang halaman.