Friday, 10 July 2026 | --:-- WIB

AWAS! Banjir Rob 2 Meter Siap Kepung Pontianak di Awal Januari 2026, BMKG Minta Warga Pesisir Siaga

Banjir rob Pontianak Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak membunyikan “alarm” peringatan dini bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga Kota Pontianak dan sekitarnya.

Awal tahun 2026 ini diprediksi tidak akan berjalan mulus bagi wilayah pesisir Sungai Kapuas. BMKG memperingatkan adanya potensi banjir rob ekstrem yang dipicu oleh fenomena astronomi langka.

Penyebab: “Duet Maut” Supermoon dan Perigee

Banjir pasang air laut kali ini bukan pasang biasa. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menjelaskan bahwa kenaikan muka air laut ini disebabkan oleh dua fenomena alam yang terjadi bersamaan:

  1. Fase Bulan Purnama (Full Moon): Terjadi pada tanggal 3 Januari 2026.
  2. Fenomena Perigee: Kondisi di mana posisi Bulan berada di titik terdekat dengan Bumi, yang terjadi pada tanggal 2 Januari 2026.

Kombinasi gaya gravitasi dari kedua fenomena ini memicu daya tarik air laut yang sangat kuat, menyebabkan pasang maksimum yang lebih tinggi dari biasanya.

Jadwal & Lokasi Rawan (Catat Tanggalnya!)

Berdasarkan data Water Level dan prediksi pasang surut, berikut adalah detail waktu kritis yang wajib diwaspadai warga Pontianak:

  • Periode Waspada: 1 – 10 Januari 2026
  • Puncak Pasang Maksimum: 4 – 7 Januari 2026
  • Waktu Kritis: Pukul 05.00 – 09.00 WIB (Pagi Hari)
  • Ketinggian Prediksi: Mencapai 2,0 meter di atas rata-rata permukaan laut.

Selain Pontianak, wilayah Kendawangan (Kabupaten Ketapang) juga diprediksi mengalami pasang setinggi 1,9 meter pada tanggal 3-5 Januari 2026 (pukul 09.00 – 11.00 WIB).

Potensi Dampak: Bukan Sekadar Genangan

BMKG mengingatkan bahwa banjir rob setinggi 2 meter ini berpotensi melumpuhkan aktivitas warga, terutama di wilayah dataran rendah dan bantaran sungai. Dampak yang perlu diantisipasi meliputi:

  • Terganggunya aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
  • Genangan air masuk ke pemukiman warga di pinggir Sungai Kapuas.
  • Kemacetan parah di jalan-jalan protokol yang langganan tergenang.
  • Kerusakan pada tambak garam dan perikanan darat.

Ditambah lagi, BMKG Supadio memprediksi adanya potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang hingga tanggal 5 Januari 2026. Jika hujan lebat turun bersamaan dengan jam pasang air laut, maka banjir dipastikan akan surut lebih lama.

Imbauan Keselamatan

Masyarakat diimbau untuk:

  1. Mengamankan barang-barang elektronik dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.
  2. Memantau update cuaca maritim resmi dari kanal sosial media BMKG Kalbar.
  3. Menghindari aktivitas di tepian sungai saat jam pasang maksimum terjadi.

Tetap waspada dan bagikan informasi ini kepada kerabat Anda yang tinggal di tepian Sungai Kapuas!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

🔔
Artikel Baru Rilis! Klik untuk memuat ulang halaman.