BENGKAYANG – Revitalisasi Sekolah Bengkayang kini menjadi momentum krusial dalam transformasi pendidikan di Kalimantan Barat. Pada Kamis (12/2), Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., secara resmi melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan dimulainya Program Revitalisasi Sekolah tahun 2025 di Kabupaten Bengkayang. Langkah besar ini diharapkan mampu menjawab tantangan disparitas kualitas sarana prasarana di daerah perbatasan.
Bertempat di Aula Rangkaya lantai V Kantor Bupati Satu Atap, acara ini berlangsung dengan penuh khidmat. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, dan Wakil Bupati, Drs. H. Syamsul Rizal, menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi pendidikan nasional yang inklusif dan progresif.
Sinergi Pemerintah dalam Revitalisasi Sekolah Bengkayang
Dalam sambutannya, Bupati Sebastianus Darwis menekankan bahwa program Revitalisasi Sekolah Bengkayang sangat relevan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten. Upaya ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Bumi Sebalo.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Program ini adalah kunci untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di sektor Pendidikan. Tanpa fasilitas yang memadai, sulit bagi guru dan siswa untuk mencapai standar kompetensi global,” ujar Darwis.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang sendiri telah berkomitmen untuk memberikan dukungan pendampingan anggaran guna memastikan bahwa gedung-gedung yang telah direvitalisasi dapat dirawat dengan baik. Hal ini selaras dengan program pembangunan nasional yang menekankan pada penguatan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Visi Wamendikdasmen untuk Revitalisasi Sekolah Bengkayang
Wamendikdasmen RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, dalam paparannya menegaskan bahwa esensi dari Revitalisasi Sekolah Bengkayang mencakup aspek yang lebih luas dari sekadar semen dan bata. Beliau memandang sekolah sebagai sebuah ekosistem yang harus hidup dan berkelanjutan.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya tentang memperbaiki struktur fisik, tetapi juga tentang menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik, berkelanjutan, dan inklusif. Ini adalah bagian dari komitmen kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Berikut adalah beberapa pilar utama dalam program revitalisasi tahun ini:
- Sarana Layak: Memastikan gedung kelas tidak lagi bocor atau tidak layak pakai.
- Fasilitas Aman: Pembangunan gedung dengan standar keamanan tinggi dan ramah disabilitas.
- Ekosistem Inklusif: Menciptakan ruang belajar yang mendukung keragaman gaya belajar siswa.
- Dukungan Digital: Integrasi jaringan internet untuk menunjang kurikulum terbaru.
Daftar Fasilitas dalam Revitalisasi Sekolah Bengkayang
Berikut adalah gambaran umum alokasi perbaikan dalam program revitalisasi tahun 2025-2026:
| Jenis Fasilitas | Fokus Perbaikan | Status Pelaksanaan |
| Ruang Kelas | Atap, Lantai, dan Kelistrikan | Selesai Tahap I |
| Perpustakaan | Digitalisasi dan Koleksi Buku | Dalam Proses |
| Laboratorium | Peralatan Praktikum IPA/TIK | Tahap Perencanaan |
| Sanitasi | Toilet Bersih dan Akses Air | Selesai Tahap I |
Dampak Nyata Revitalisasi Sekolah Bengkayang di SMPN 3 Teriak
Setelah acara seremonial di kantor bupati, rombongan langsung beranjak menuju SMP Negeri 3 Teriak di Kecamatan Teriak. Sekolah ini menjadi lokasi pusat untuk meninjau hasil pekerjaan program revitalisasi tahun 2025. Penandatanganan prasasti dilakukan sebagai simbol bahwa gedung baru tersebut siap digunakan untuk mencetak generasi unggul.
Secara Sosial, masyarakat sekitar sangat menyambut baik pembaruan ini. Dengan adanya gedung yang lebih modern, siswa di pedesaan memiliki kepercayaan diri yang sama dengan siswa di kota besar. Ini adalah bukti nyata bahwa keadilan sosial melalui pendidikan mulai dirasakan merata hingga ke pelosok Kalimantan Barat.
Kepala SMA Negeri I Bengkayang, Sri Yanti, turut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas perhatian pemerintah pusat. Meskipun fokus utama kunjungan adalah di tingkat menengah pertama, namun semangat Revitalisasi Sekolah Bengkayang ini dirasakan merata oleh seluruh kepala satuan pendidikan.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas program revitalisasi ini. Dengan hasil perbaikan maupun penambahan fasilitas sekolah, dampak positifnya langsung terasa pada semangat belajar siswa kami,” tutur Sri Yanti saat dikonfirmasi.
Beliau juga berharap agar ke depannya kuota untuk sekolah yang mendapatkan bantuan terus ditambah. Masih banyak fasilitas lain yang memerlukan sentuhan perbaikan agar standar minimal pendidikan nasional dapat terpenuhi secara menyeluruh di Kabupaten Bengkayang.
Target Jangka Panjang Revitalisasi Sekolah Bengkayang
Langkah pemerintah ini juga didukung oleh regulasi terbaru mengenai standar nasional pendidikan. Anda dapat membaca detail mengenai kebijakan sarana prasarana di laman resmi Kemendikdasmen RI untuk memahami bagaimana standar sekolah modern diatur.
Selain aspek fisik, program Revitalisasi Sekolah Bengkayang diharapkan dapat menarik minat investor dalam skema Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan kondisi ekonomi yang kian stabil, sektor Ekonomi daerah juga akan terangkat apabila kualitas lulusan sekolah menengah di Bengkayang mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Pentingnya Pemeliharaan Berkelanjutan
Pemerintah mengingatkan bahwa membangun jauh lebih mudah daripada merawat. Oleh karena itu, pasca peresmian ini, peran komite sekolah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Revitalisasi Sekolah Bengkayang harus dibarengi dengan budaya menjaga fasilitas umum agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi-generasi berikutnya.
Masa Depan Pendidikan di Bengkayang
Dengan diresmikannya program Revitalisasi Sekolah Bengkayang tahun 2025 oleh Wamendikdasmen, babak baru pendidikan di Kalimantan Barat telah dimulai. Kolaborasi antara kebijakan pusat yang responsif dan eksekusi daerah yang taktis menjadi kunci suksesnya program ini.
Diharapkan, tidak ada lagi anak di Bengkayang yang harus belajar di bawah atap bocor atau dengan fasilitas yang tertinggal. Pendidikan adalah hak dasar, dan revitalisasi ini adalah langkah konkret untuk memastikan hak tersebut dipenuhi dengan kualitas terbaik.
