LANDAK – Panitia naik dango Landak untuk wilayah Kecamatan Mandor secara resmi telah terbentuk pada Kamis (19/2/2026). Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Mandor, momentum ini menjadi titik awal persiapan pesta adat syukur atas panen padi yang sakral bagi masyarakat Dayak. Pembentukan kepengurusan baru ini dihadiri oleh berbagai lapisan penting, mulai dari jajaran pemerintahan kecamatan, TNI-Polri, pemuka adat, hingga tokoh pemuda, yang semuanya berkomitmen untuk menyukseskan agenda budaya tahunan yang penuh makna dan nilai historis ini.
Semangat Kebersamaan Panitia Naik Dango Landak di Mandor
Langkah awal persiapan ini diawali dengan koordinasi yang matang antara pemerintah tingkat kecamatan dan Dewan Adat Dayak (DAD). Kehadiran panitia naik dango Landak ke-XLI di Kecamatan Mandor diharapkan mampu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat adat agar pelaksanaan pesta syukur ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Camat Mandor, Rumolda Reno, SKM, dalam arahannya menekankan bahwa suksesnya acara ini sangat bergantung pada soliditas tim yang baru saja dibentuk. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat lokal harus tercermin dalam setiap tahapan kerja panitia, mulai dari perencanaan hingga hari pelaksanaan nanti.
Pembentukan ini juga menjadi ajang regenerasi dan penguatan struktur organisasi adat di tingkat kecamatan. Dengan melibatkan tokoh pemuda dan tokoh agama, komposisi panitia naik dango Landak tahun ini dianggap lebih representatif dan mampu menjawab tantangan zaman dalam melestarikan tradisi di tengah arus modernisasi yang kian kencang.
Tugas Berat Panitia Naik Dango Landak Tiga Tahun Sekali
Sesuai dengan regulasi adat dan kesepakatan bersama, kepengurusan panitia naik dango Landak di tingkat kecamatan memang diperbarui setiap tiga tahun sekali. Camat Mandor, Rumolda Reno, menegaskan bahwa kepengurusan sebelumnya telah resmi dibubarkan untuk memberi ruang bagi evaluasi dan inovasi baru dalam pelaksanaan kegiatan.
“Kita hadir di sini dalam rangka melaksanakan pembentukan kepanitiaan yang baru. Panitia ini dibentuk tiga tahun sekali, dan karena masa bakti sebelumnya sudah usai, maka hari ini kita susun kembali struktur yang lebih segar,” ujar Rumolda Reno.
Penyusunan pengurus baru ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan upaya peningkatan kualitas acara. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya menjadi poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut. Diharapkan, kekurangan di masa lalu dapat diperbaiki oleh pengurus saat ini agar operasional kegiatan lebih tertib, efektif, dan mampu menarik minat wisatawan luar daerah untuk melihat kekayaan budaya Landak.
Sinergi Keamanan untuk Panitia Naik Dango Landak
Kesuksesan sebuah perhelatan besar tentu tidak lepas dari faktor keamanan. Oleh karena itu, dukungan penuh diberikan oleh jajaran Polres Landak melalui Polsek Mandor dan Koramil Mandor. Kapolsek Mandor, IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan panitia naik dango Landak untuk menjamin situasi tetap kondusif selama rangkaian acara berlangsung.
“Polri mendukung penuh kegiatan adat dan budaya sebagai bagian dari kearifan lokal. Kami siap membantu pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan Naik Dango dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kapolsek mewakili Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari.
Di sisi lain, Danramil Mandor PELTU Dedi Kristianto, S.E., juga menambahkan bahwa personil TNI akan dikerahkan untuk membantu mobilitas dan ketertiban di lapangan. Sinergi antara TNI, Polri, dan pengamanan adat (Pajaji/Satgas Adat) diharapkan menciptakan ekosistem yang nyaman bagi para tamu undangan dan masyarakat yang hadir memeriahkan pesta adat tersebut.
Nilai Budaya dalam Kerja Panitia Naik Dango Landak
Ketua DAD Kecamatan Mandor, Agus Guletek, S.E., mengingatkan bahwa panitia naik dango Landak memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah adat Dayak. Naik Dango bukan sekadar perayaan setelah panen, melainkan bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta (Jubata) atas berkat melimpah yang diterima masyarakat dari hasil bumi.
“Naik Dango adalah jati diri masyarakat Dayak. Melalui kepanitiaan yang solid dan kerja sama semua pihak, kita harapkan pelaksanaan Naik Dango ke-XLI dapat berjalan lancar dan bermartabat,” tegas Agus Guletek.
Nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, dan transparansi dalam pengelolaan dana serta teknis lapangan menjadi fokus utama. Panitia diharapkan bekerja dengan penuh tanggung jawab, mengingat acara ini akan menjadi pusat perhatian bagi masyarakat luas di Kabupaten Landak dan sekitarnya. Pelestarian nilai luhur ini juga berkaitan erat dengan sektor sosial kemasyarakatan yang harmonis di wilayah Mandor.
Harapan Besar bagi Panitia Naik Dango Landak Ke-XLI
Pesta adat Naik Dango ke-XLI tahun 2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu yang paling semarak. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti perwakilan Puskesmas Mandor, Ketua PGRI Simanuli, S.Pd.SD, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Mandor menunjukkan dukungan lintas sektoral yang sangat kuat.
Masyarakat menaruh harapan besar agar panitia naik dango Landak yang terpilih mampu mengemas acara dengan sentuhan edukasi bagi generasi muda. Dengan begitu, tradisi Naik Dango tidak akan luntur termakan waktu. Selain itu, aspek promosi melalui media digital juga diharapkan bisa ditingkatkan agar kearifan lokal Kecamatan Mandor semakin dikenal luas secara nasional maupun internasional melalui dokumentasi yang baik.
Kegiatan musyawarah pembentukan panitia ini ditutup dengan suasana kekeluargaan yang kental. Dengan terbentuknya struktur organisasi yang baru, maka secara teknis persiapan menuju hari H pelaksanaan Naik Dango ke-XLI di Kecamatan Mandor sudah resmi dimulai. Keberhasilan acara ini nantinya akan menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga adat di Kabupaten Landak berjalan dengan sangat harmonis.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi atau mengetahui jadwal lengkap ritual adat dalam rangkaian Naik Dango ke-XLI, disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari Sekretariat DAD Kecamatan Mandor atau melalui kanal informasi resmi Pemerintah Kabupaten Landak. Pastikan untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan ketertiban umum selama menghadiri acara adat ini.
Pembentukan panitia naik dango Landak di Kecamatan Mandor adalah langkah strategis untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat persatuan sosial. Dengan dukungan TNI-Polri dan kepemimpinan Camat Mandor, event ke-XLI ini siap menjadi ikon wisata budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Landak di tahun 2026.
