PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) secara resmi memulai langkah proaktif dalam menjaga stabilitas wilayah dengan menyelenggarakan Operasi Liong Kapuas 2026. Melalui Apel Gelar Pasukan yang dilaksanakan pada Jumat (13/2), Polda Kalbar menegaskan komitmennya untuk memastikan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh tahun 2026 berlangsung dengan aman, damai, dan penuh toleransi. Persiapan matang ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan aparat dalam mengawal dinamika sosial dan budaya di Bumi Khatulistiwa.
Tujuan Utama Operasi Liong Kapuas 2026 dalam Menjaga Kamtibmas
Dalam sambutannya, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol. Sigit Jatmiko, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa Operasi Liong Kapuas 2026 dirancang untuk menangkal segala bentuk potensi gangguan keamanan. Fokus utama operasi ini bukan sekadar penjagaan fisik, melainkan juga perlindungan terhadap integritas sosial masyarakat Kalbar yang majemuk.
Keamanan adalah pondasi utama pembangunan. Melalui aspek keamanan, polisi berupaya mencegah provokasi yang seringkali muncul melalui berita palsu atau hoaks terkait isu SARA. Di era digital ini, penyebaran informasi yang menyesatkan dapat dengan mudah memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, penegakan hukum (Gakkum) yang tegas akan menjadi bagian integral dari strategi pengamanan kali ini.
Durasi dan Jadwal Pelaksanaan Operasi Liong Kapuas 2026
Pemerintah dan kepolisian telah menetapkan jadwal yang komprehensif agar pengamanan tidak terputus. Operasi Liong Kapuas 2026 dijadwalkan berlangsung selama 17 hari penuh, terhitung mulai tanggal 16 Februari hingga 4 Maret 2026. Rentang waktu ini dipilih secara strategis untuk mencakup puncak perayaan Imlek hingga ritual Cap Go Meh yang biasanya menarik ribuan wisatawan ke Kalimantan Barat.
Selama periode tersebut, personel akan bersiaga di lapangan untuk memantau pergerakan arus mudik lokal, aktivitas di rumah ibadah (Pekong/Vihara), hingga pusat-pusat kuliner. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sosial masyarakat agar tetap harmonis di tengah hiruk-pikuk perayaan.
Pengerahan 700 Personel Gabungan dalam Operasi Liong Kapuas 2026
Kekuatan personel yang dikerahkan dalam Operasi Liong Kapuas 2026 mencerminkan keseriusan Polda Kalbar. Sebanyak 700 personel gabungan telah disiapkan, yang terdiri dari:
- 210 Personel Satgas Polda: Fokus pada bantuan kendali operasi (BKO) dan pengamanan objek vital tingkat provinsi.
- 490 Personel Polres Prioritas: Ditempatkan di wilayah-wilayah dengan konsentrasi massa tinggi seperti Pontianak dan Singkawang.
Sinergi antara Polri, TNI, dan instansi terkait seperti Dishub serta Satpol PP menjadi kunci keberhasilan pengamanan ini. Pendekatan yang digunakan adalah konsep kewilayahan, di mana setiap polres memiliki tanggung jawab spesifik berdasarkan karakteristik kerawanan daerah masing-masing.
Distribusi 27 Pos Pengamanan Strategis Operasi Liong Kapuas 2026
Untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat, Polda Kalbar mendirikan 27 pos yang tersebar di titik-titik krusial. Struktur pos dalam Operasi Liong Kapuas 2026 terbagi menjadi tiga kategori utama:
- 23 Pos Pengamanan (Pospam): Ditempatkan di titik rawan kriminalitas dan pusat keramaian.
- 2 Pos Pelayanan (Posyan): Fokus pada pelayanan masyarakat, termasuk bantuan medis darurat di jalur lalu lintas.
- 2 Pos Terpadu: Menjadi pusat komando koordinasi lintas sektoral di objek vital nasional.
Penempatan pos-pos ini bertujuan untuk mempercepat respon kepolisian jika terjadi insiden di lapangan. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pos-pos ini sebagai tempat berlindung atau mencari informasi yang akurat selama perayaan budaya berlangsung.
Lima Poin Utama Profesionalisme Personel Operasi Liong Kapuas 2026
Irwasda Polda Kalbar menekankan lima pedoman penting yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota yang bertugas dalam Operasi Liong Kapuas 2026:
- Profesionalisme: Menjalankan tugas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
- Keselamatan: Mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat dalam setiap tindakan.
- Kewaspadaan: Tetap waspada terhadap potensi ancaman terorisme dan kriminalitas konvensional.
- Humanis: Melayani masyarakat dengan senyum, sapa, dan salam guna menciptakan kesan positif.
- Sinergi: Memperkuat kolaborasi dengan unsur TNI dan tokoh masyarakat setempat.
Pendekatan humanis ini sangat penting untuk menjaga citra kepolisian sekaligus memberikan kenyamanan bagi warga yang sedang merayakan hari besar keagamaan mereka.
Dampak Positif Operasi Liong Kapuas 2026 Terhadap Sektor Ekonomi
Keamanan yang terjamin selama perayaan Imlek dan Cap Go Meh secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang, merupakan destinasi wisata internasional saat festival Cap Go Meh. Dengan suksesnya Operasi Liong Kapuas 2026, para investor dan wisatawan mancanegara akan merasa aman untuk berkunjung.
Kehadiran personel kepolisian di pusat-pusat ekonomi memastikan transaksi bisnis berjalan lancar tanpa gangguan dari premanisme atau tindak kejahatan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa stabilitas keamanan adalah kunci utama penggerak roda ekonomi lokal.
Himbauan Kamtibmas dan Peran Serta Masyarakat dalam Operasi Liong Kapuas 2026
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengeluarkan pernyataan resmi terkait keterlibatan publik. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Liong Kapuas 2026 sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial. Mari kita jadikan momentum ini sebagai simbol kerukunan etnis di Kalimantan Barat,” ujar Bambang. Masyarakat diharapkan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada petugas di pos pengamanan terdekat.
Mewujudkan Kalimantan Barat yang Aman dan Kondusif
Operasi Liong Kapuas 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan manifestasi dari dedikasi Polda Kalbar dalam merawat keberagaman. Dengan persiapan yang matang, personel yang profesional, serta dukungan penuh dari masyarakat, perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh tahun 2026 diharapkan menjadi catatan sejarah tentang betapa indahnya kerukunan di Kalimantan Barat.
Melalui sinergi lintas sektoral, kita semua berharap perayaan tahun ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama-sama mendukung Polri dalam menyukseskan Operasi Liong Kapuas 2026 demi Kalbar yang lebih aman, maju, dan harmonis.
