Ketapang, 14 Januari 2026 – Suasana kondusif di pedalaman Kabupaten Ketapang mendadak berubah menjadi horor pada pertengahan minggu ini. Sebuah insiden kekerasan yang tergolong ekstrem mengguncang ketenangan warga Kecamatan Air Upas.
Laporan terbaru yang masuk ke meja redaksi menyebutkan bahwa sebuah rumah warga Air Upas dibakar hingga nyaris rata dengan tanah. Tidak berhenti di situ, aksi pembakaran ini diduga kuat disertai dengan teror penembakan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), yang membuat suasana di lokasi kejadian menjadi sangat mencekam.
Kejadian ini segera viral menjadi buah bibir dan memicu kekhawatiran masyarakat luas di Kalimantan Barat. Bagaimana kronologi sebenarnya dari aksi brutal ini dan apa langkah kepolisian? Berikut adalah laporan mendalam mengenai insiden tersebut.
Kronologi Detik-detik Rumah Warga Air Upas Dibakar
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata dan laporan awal kepolisian, insiden ini terjadi pada malam hari saat sebagian besar warga sedang terlelap tidur. Keheningan malam di wilayah perkebunan dan pemukiman tersebut pecah oleh suara letusan yang diduga berasal dari senjata api.
Tak lama setelah suara letusan tersebut, api mulai terlihat berkobar melahap struktur bangunan rumah salah satu warga. Dalam hitungan menit, si jago merah membesar, dipicu oleh material bangunan yang sebagian besar semi-permanen dan mudah terbakar.
Warga sekitar yang mendengar keributan dan melihat kobaran api sempat takut untuk mendekat karena adanya ancaman tembakan. Kasus rumah warga Air Upas dibakar ini diduga dilakukan secara terencana oleh pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang. Pelaku disinyalir langsung melarikan diri ke arah kegelapan hutan atau perkebunan sawit setelah memastikan api membesar.
Teror Ganda: Api dan Timah Panas
Yang membuat kasus ini berbeda dari kebakaran biasa adalah adanya unsur penyerangan bersenjata. Di lokasi kejadian, ditemukan indikasi bekas tembakan yang diarahkan ke bangunan rumah sebelum atau saat api mulai dinyalakan.
Kombinasi antara pembakaran dan penembakan ini mengindikasikan bahwa motif pelaku bukan sekadar ingin merusak properti, melainkan untuk menyebarkan rasa takut (teror) atau bahkan melukai penghuninya. Beruntung, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, karena penghuni rumah dikabarkan sempat menyelamatkan diri atau sedang tidak berada di tempat saat api mulai membesar.
Namun, kerugian materiil akibat insiden rumah warga Air Upas dibakar ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Seluruh isi rumah, termasuk dokumen penting dan perabot, hangus tak bersisa.
Polisi Buru Pelaku dan Olah TKP
Merespons kejadian luar biasa ini, jajaran Polres Ketapang dan Polsek Air Upas langsung bergerak cepat. Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari selongsong peluru dan jejak pemicu kebakaran (seperti bensin atau bahan bakar lainnya).
Kapolres Ketapang dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi premanisme dan teror semacam ini. “Kami sudah mengantongi beberapa petunjuk awal dan saat ini tim gabungan sedang melakukan pengejaran terhadap OTK yang diduga menjadi dalang di balik kasus rumah warga Air Upas dibakar ini,” ujar perwakilan kepolisian.
Polisi juga sedang mendalami berbagai kemungkinan motif, mulai dari dendam pribadi, konflik agraria (sengketa lahan), hingga persaingan bisnis yang mungkin melatarbelakangi serangan brutal tersebut.
Himbauan Keamanan Pasca Insiden Rumah Warga Air Upas Dibakar
Pasca kejadian, suasana di Air Upas dilaporkan sedikit tegang namun tetap terkendali. Aparat keamanan gabungan TNI-Polri terlihat meningkatkan intensitas patroli di titik-titik rawan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Tokoh masyarakat setempat menghimbau warga untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib. Warga juga diminta untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan segera melapor jika melihat orang asing yang mencurigakan di sekitar pemukiman.
Kejadian rumah warga Air Upas dibakar dan ditembak ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan lingkungan harus terus dijaga. Solidaritas antarwarga sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi serupa terulang kembali.
Aksi pembakaran dan penembakan rumah di Air Upas, Ketapang, adalah tindakan kriminal serius yang mencederai rasa aman masyarakat. Publik kini menanti ketegasan aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik teror ini.
Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dan kedamaian segera kembali menyelimuti Bumi Ale-Ale. Kami akan terus memperbarui informasi seiring dengan perkembangan penyelidikan di lapangan.
