Tuesday, 19 May 2026 | --:-- WIB

Menggelegar! 229 Meriam Karbit Siap Sambut Idulfitri di Pontianak

meriam karbit

Sebanyak 229 meriam karbit akan memeriahkan tradisi permainan rakyat Meriam Karbit dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri di Kota Pontianak tahun ini.

PONTIANAK – Sebanyak 229 meriam karbit akan segera menggelegar dan memeriahkan suasana menyambut Hari Raya Idulfitri di Kota Pontianak tahun ini. Tradisi rakyat yang ikonik ini akan tersebar di 37 titik strategis di sepanjang tepian Sungai Kapuas, menciptakan harmoni bunyi yang khas dan dinanti masyarakat setiap tahunnya.

Tradisi meriam karbit bukan sekadar permainan, melainkan warisan budaya turun-temurun yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat Pontianak. Pemerintah Kota Pontianak, melalui Wali Kota Edi Rusdi Kamtono, menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya ini agar terus hidup dan dapat dinikmati generasi mendatang.

Sejarah dan Makna Budaya Meriam Karbit di Pontianak

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, Wali Kota Pontianak menekankan bahwa meriam karbit adalah kekayaan budaya yang harus dijaga. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan dan Idulfitri di Kalimantan Barat. Bagi warga, bunyi dentuman yang dihasilkan dari meriam-meriam ini menjadi penanda kegembiraan menyambut kemenangan di hari raya.

Untuk mendalami lebih lanjut mengenai tradisi lokal serupa, Anda bisa membaca artikel kami di kategori budaya untuk melihat betapa kayanya warisan leluhur di tanah Khatulistiwa ini.

Persiapan Matang Jelang Festival Meriam Karbit 2026

Persiapan teknis meriam karbit saat ini terus dikebut oleh masyarakat dan Forum Komunikasi Seni dan Budaya Tradisi Meriam Karbit. Ketua Forum, Fajriudin Anshari, menyebutkan progres di lokasi utama yaitu Gang Darsyad telah mencapai 80 persen. Panggung utama, panggung seni, dan panggar (tempat dudukan meriam) sedang dipersiapkan untuk menyambut para pejabat, termasuk Gubernur Kalimantan Barat dan Wali Kota Pontianak.

Sebanyak 20 kelompok berada di Pontianak Timur, sementara 17 kelompok lainnya di Pontianak Selatan dan Tenggara. Seluruh kelompok memastikan bahwa meriam karbit akan siap digunakan pada H-3 Lebaran, di mana uji bunyi akan dilakukan guna memastikan keamanan serta kualitas suara dentuman.

Perbedaan Teknis Meriam Karbit Balok dan Non-Balok

Dalam pagelaran tahun ini, terdapat dua jenis perangkat yang digunakan. Sekitar 108 unit adalah meriam karbit jenis balok yang terbuat dari kayu gelondongan pilihan. Pembuatan meriam balok ini memerlukan waktu hingga satu minggu dengan biaya lebih tinggi karena kerumitan prosesnya.

Fajriudin menjelaskan meriam balok umumnya membutuhkan proses pembuatan yang lebih lama dan biaya yang lebih besar karena menggunakan bahan kayu gelondongan. Untuk membuat satu unit meriam balok saja biasanya memerlukan waktu hingga satu minggu. Sementara meriam non-balok relatif lebih mudah dibuat karena memanfaatkan bahan bekas seperti paralon atau besi.

Di sisi lain, 129 unit lainnya merupakan meriam karbit non-balok yang memanfaatkan bahan paralon atau besi. Meski lebih mudah dibuat, estetika dan keunikan bunyi dari meriam kayu tetap menjadi primadona dalam ajang ini. Anda dapat membaca referensi tambahan mengenai teknik pembuatan alat musik tradisional sebagai edukasi pendukung.

Keamanan dan Ketertiban dalam Bermain Meriam Karbit

Pemerintah Kota Pontianak menekankan aspek keselamatan selama pelaksanaan tradisi meriam karbit. Aparat keamanan bekerja sama dengan komunitas untuk memastikan masyarakat tetap tertib saat menonton. Penonton diimbau untuk mematuhi zona aman yang telah ditentukan oleh panitia agar tradisi meriam karbit tetap memberikan hiburan tanpa ada insiden yang tidak diinginkan.

Masa Depan dan Harapan Festival Meriam Karbit 2027

Komunitas penggiat meriam karbit berharap ajang ini dapat kembali digelar berskala besar pada tahun 2027 mendatang. Festival meriam karbit yang terorganisir dengan pameran pakaian adat dan ornamen khas lokal tentu akan meningkatkan nilai pariwisata daerah. Dukungan dari dinas pariwisata sangat diharapkan agar tradisi ini masuk dalam kalender wisata nasional yang lebih luas.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, tradisi meriam karbit akan terus eksis sebagai jati diri bangsa. Mari kita dukung pelestarian budaya ini dengan tetap menjaga norma, keamanan, dan keaslian nilai tradisi bagi anak cucu kita kelak di Kota Pontianak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

🔔
Artikel Baru Rilis! Klik untuk memuat ulang halaman.